{"id":26983,"date":"2026-02-20T10:48:28","date_gmt":"2026-02-20T03:48:28","guid":{"rendered":"http:\/\/news.upgris.ac.id\/?p=26983"},"modified":"2026-02-20T10:48:36","modified_gmt":"2026-02-20T03:48:36","slug":"mahasiswa-kkn-upgris-ambil-peran-dalam-mitigasi-longsor-di-perum-delta-asri-v-leyangan-kecamatan-ungaran-timur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/2026\/02\/20\/mahasiswa-kkn-upgris-ambil-peran-dalam-mitigasi-longsor-di-perum-delta-asri-v-leyangan-kecamatan-ungaran-timur\/","title":{"rendered":"Mahasiswa KKN UPGRIS Ambil Peran dalam Mitigasi Longsor di Perum Delta Asri V Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tanah longsor terjadi di Jalan Perum Delta Asri V RT 3, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada awal Februari 2026. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, badan jalan ambrol dan membentuk saluran terbuka sepanjang kurang lebih 20 meter, dengan lebar sekitar 3 meter dan kedalaman mencapai 4 meter. Kerusakan tersebut mengganggu akses warga serta menimbulkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Peristiwa longsor ini terjadi di lingkungan padat penduduk Perum Delta Asri V RT 3, yang selama ini menjadi jalur penghubung utama antarblok perumahan. Menurut keterangan warga, kondisi tanah di sekitar lokasi memang sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan sejak beberapa tahun terakhir. Retakan kecil yang awalnya dianggap tidak membahayakan, perlahan melebar seiring meningkatnya intensitas hujan dan aliran air di sekitar gorong-gorong.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Sebagai bentuk respons cepat dan kepedulian bersama, kerja bakti dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya warga setempat, relawan dari PMI, tim dari BPBD, personel TNI, Polri, dinas terkait, serta mahasiswa KKN dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 9 Desa Leyangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Kehadiran mahasiswa KKN UPGRIS menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi darurat. Salahsatu mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 9 Desa Leyangan, Mukhammad Rio Adi Mansyah, menyampaikan bahwa partisipasi mahasiswa merupakan wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. \u201cKami hadir untuk membantu warga meminimalisir pelebaran longsor. Mahasiswa bersama warga mengisi karung dengan tanah dan batu untuk memperkuat sisi tebing agar tidak semakin terkikis. Ini adalah bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,\u201d ujarnya di sela kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Dalam kerja bakti tersebut, para relawan dan warga bahu-membahu menata karung berisi tanah dan batu di sepanjang sisi tebing yang ambrol. Upaya ini dilakukan untuk menahan aliran air serta mengurangi risiko longsor susulan, terutama jika hujan deras kembali turun. Selain itu, dilakukan pula pembersihan material longsoran dan pengamanan area sekitar agar tidak membahayakan pengguna jalan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Ketua RT 3 Perum Delta Asri V, Yogi Prasetya, menjelaskan bahwa kerusakan sebenarnya telah berawal sejak tahun 2023. Menurutnya, gorong-gorong di sekitar lokasi sempat pecah sehingga air terus menggerus tanah di bawah badan jalan. \u201cAwalnya hanya retakan kecil, tetapi semakin lama tanah turun dan makin dalam. Puncaknya pada awal 2026 jalan runtuh total setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Ia menambahkan bahwa warga telah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait dan sempat mendapat penanganan sementara. Namun, perbaikan tersebut belum mampu menahan debit air yang tinggi, terutama saat musim penghujan. Beruntung, dalam kejadian longsor ini tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, akses warga menjadi terganggu dan harus dialihkan sementara demi keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Pemerintah daerah saat ini tengah merencanakan pembangunan saluran drainase permanen sebagai solusi jangka panjang sebelum dilakukan perbaikan badan jalan secara menyeluruh. Langkah ini dinilai penting agar aliran air dapat terkontrol dengan baik dan tidak lagi menggerus struktur tanah di bawah jalan. Proses kajian teknis dan perencanaan anggaran sedang dilakukan agar perbaikan dapat segera direalisasikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana berbasis kolaborasi. Sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, mahasiswa, dan masyarakat terbukti menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat. Kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.<br><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Warga Perum Delta Asri V berharap agar pembangunan drainase permanen dan perbaikan jalan dapat segera dilaksanakan sehingga aktivitas sehari-hari kembali normal dan aman. Dengan kerja sama yang solid dan perencanaan yang matang, diharapkan risiko longsor di Desa Leyangan dapat diminimalisir, serta tercipta lingkungan yang lebih tangguh dan siap menghadapi potensi bencana di masa mendatang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanah longsor terjadi di Jalan Perum Delta Asri V RT 3, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada awal Februari 2026. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Akibatnya, badan jalan ambrol dan membentuk saluran terbuka sepanjang kurang lebih 20 meter, dengan lebar sekitar 3 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":26986,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[41,120,42],"tags":[],"class_list":["post-26983","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-academic","category-highlight","category-kegiatanmahasiswa"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-20-at-10.37.431.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26983","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26983"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26983\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26987,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26983\/revisions\/26987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26983"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26983"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26983"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}