{"id":27003,"date":"2026-02-20T11:12:46","date_gmt":"2026-02-20T04:12:46","guid":{"rendered":"http:\/\/news.upgris.ac.id\/?p=27003"},"modified":"2026-02-20T11:12:49","modified_gmt":"2026-02-20T04:12:49","slug":"mahasiswa-kkn-mandiri-susun-peta-administrasi-desa-bonto-salama-berbasis-sig","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/2026\/02\/20\/mahasiswa-kkn-mandiri-susun-peta-administrasi-desa-bonto-salama-berbasis-sig\/","title":{"rendered":"MAHASISWA KKN MANDIRI Susun Peta Administrasi Desa Bonto Salama Berbasis SIG"},"content":{"rendered":"\n<p>Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN MANDIRI) melaksanakan program kerja bidang literasi berupa Pembuatan Peta Administrasi Desa Bonto Salama Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung perencanaan dan pembangunan wilayah desa berbasis data spasial.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Program kerja ini dilatarbelakangi oleh pentingnya ketersediaan data spasial yang akurat dan terstandar sebagai dasar perencanaan pembangunan desa. Seiring dengan perkembangan wilayah serta meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur, Desa Bonto Salama membutuhkan peta administrasi yang bersifat teknis dan informatif. Peta tersebut diperlukan untuk mendukung kegiatan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi pembangunan desa secara lebih terarah.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksanaan kegiatan penyusunan peta administrasi desa dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap awal meliputi pengumpulan data spasial dan nonspasial dengan melakukan observasi lapangan, identifikasi batas wilayah desa dan dusun, serta pengumpulan data pendukung dari pemerintah desa. Selanjutnya, data yang telah terkumpul diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG), dalam hal ini aplikasi ArcGIS. Proses pengolahan data menghasilkan peta administrasi desa yang memuat batas wilayah desa, batas dusun, jaringan jalan, serta elemen pendukung lainnya sebagai informasi teknis wilayah.<br><\/p>\n\n\n\n<p>Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa program kerja ini merupakan bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. \u201cPenyusunan peta administrasi berbasis SIG ini kami laksanakan sebagai upaya membantu pemerintah desa dalam menyediakan data spasial yang akurat dan mudah digunakan. Harapannya, peta ini dapat menjadi dasar teknis dalam perencanaan pembangunan desa ke depan,\u201d ujar Syahrul Ramadhan, selaku pelaksana kegiatan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Kepala Desa Bonto Salama, Arfah M, menyambut baik pelaksanaan program kerja tersebut. Ia menilai bahwa keberadaan peta administrasi desa sangat dibutuhkan dalam mendukung tata kelola pemerintahan desa. \u201cPeta administrasi ini sangat membantu kami dalam melihat kondisi wilayah secara menyeluruh. Dengan data yang lebih jelas dan terstruktur, perencanaan pembangunan desa dapat dilakukan dengan lebih tepat dan terarah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Senada dengan hal tersebut, perangkat Desa Bonto Salama, Muh. Wahyudi, menyampaikan bahwa selama ini desa masih memiliki keterbatasan dalam dokumentasi wilayah yang bersifat teknis. Menurutnya, peta administrasi berbasis SIG yang disusun oleh mahasiswa KKN dapat menjadi referensi penting dalam berbagai kebutuhan desa. \u201cData spasial ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan infrastruktur, penataan wilayah, hingga mendukung pelayanan administrasi desa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Selain memberikan manfaat bagi pemerintah desa, program kerja ini juga diharapkan berdampak positif bagi masyarakat Desa Bonto Salama. Ketersediaan peta administrasi yang akurat dapat membantu meminimalkan kesalahan dalam penentuan batas wilayah serta mendukung pelaksanaan program pembangunan yang lebih efektif dan efisien. Peta tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam kegiatan perencanaan desa di masa mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p><br>Melalui kegiatan penyusunan peta administrasi Desa Bonto Salama berbasis SIG ini, mahasiswa KKN berharap hasil yang telah dicapai dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa dan masyarakat. Program kerja ini menjadi wujud sinergi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan desa berbasis data dan perencanaan wilayah yang matang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN MANDIRI) melaksanakan program kerja bidang literasi berupa Pembuatan Peta Administrasi Desa Bonto Salama Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Bonto Salama, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung perencanaan dan pembangunan wilayah desa berbasis data spasial. Program kerja ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":27006,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_seopress_robots_primary_cat":"none","_seopress_titles_title":"","_seopress_titles_desc":"","_seopress_robots_index":"","footnotes":""},"categories":[41,120,42],"tags":[],"class_list":["post-27003","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-academic","category-highlight","category-kegiatanmahasiswa"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/02\/WhatsApp-Image-2026-02-20-at-11.10.45.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27003","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=27003"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27003\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27007,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/27003\/revisions\/27007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/27006"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=27003"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=27003"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/news.upgris.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=27003"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}