Lulus S2 dan Terbitkan “Dongeng Mepum Sedimop”, Ini Dia Sosok Andir Meku

Dongeng ibarat jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan warisan leluhur. Melalui dongeng, nilai-nilai budaya, adat istiadat, kepercayaan, dan pandangan hidup suatu masyarakat bisa tetap hidup.

“Bagi masyarakat Papua, dongeng tidak hanya cerita, tetapi berisi sejarah dan ajaran hidup,” ujar Andir Meku, alumnus S2 Magister Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia (PBSI) UPGRIS, bari-baru ini di Gedung Pascasrjana UPGRIS.

Atas dasar itulah, Andir Meku melakukan pendokumentasian dongeng-dongeng di daerah asalnya melalui penerbitan buku Dongeng Mepum Sedimop (2025).

Buku dongeng tersebut dihimpun berdasarkan dongeng lokal di daerah Papua Pegunungan. Buku tersebut dikerjakan dan diedit bersama dengan Prof. Harjito dan Dr. Nazla Maharani Umaya, M.Hum.

“Dongeng ini bisa disebut potret pengetahuan, pandangan dan nilai-nilai serta praktik kehidupan masyarakat lokal di distrik Okbab, Suku Ketengban, kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. Untuk iti harus ada pendokumentasian dengan baik,” terang pria kelahiran Pedam, 07 Mei 1990,tersebut.

Diceritakan, proses pengumpulan dongeng tersebut berdasarkan aturan pendokumentasian akademik. “Narasumbernya adalah seorang pendongang dan penutur asli bahasa Ketengban, yang bernama soleman Malo, jadi secara otentisitas bisa terjaga” tambahnya.

Tak hanya itu, naskah yang sudah ditulis ulang tersebut kemudian divalidasi oleh tokoh masyarakat yang memiliki kapasitas dan pengetahuan seputar budaya lokal.

“Proses penerjemahan ini divalidasi oleh Karel malo, tokoh pendidikan di wilayah suku Ketengban,” tambahnya.

Direktur Pascasarjana UPGRIS, Prof. Dr. Harjito, M.Hum, menyebut, buku tersebut tidak hanya disajikan dalam bahasa lokal, tetapi diterjemahkan ke bahasa Indonesia.

“Dongeng lokal adalah kekayaan budaya yang harus terdokumentasikan dengan baik, agar nilai-nilai lokal di san juga ikut dipahami oleh masyarakt umum,” terangnya.

Ditambahkan, buku ini diharapkan jadi dokumenbudaya yang kelak dibaca dan dipahami oleh generasi muda di Papua Pegunungan. “Saya berharap buku ini mampu membangun sikap humanis pembaca.”

More From Author

Lagi dan Lagi, Dosen UPGRIS Terima SK Guru Besar

Raih Poin Tertinggi, UPGRIS Direkomendasikan Raih Anugerah Kategori Kerja Sama Internasional Terbaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *