Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mengirimkan mahasiswanya untuk mengikuti program internasional Sea Teacher. Kali ini, mahasiswi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Elok Wijayanti Cahyaningrum, akan menjalani praktik mengajar di Filipina selama hampir satu bulan melalui program Outbound Sea Teacher Program Batch 11 Periode 2.
Keberangkatan Elok dilepas secara resmi oleh Rektor UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H., dalam acara pamitan yang berlangsung di Ruang Rektorat Gedung Pusat (GP) 2, Kamis (18/6/2026). Acara tersebut juga dihadiri Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UPGRIS, Dr. Nur Hidayat, M.Hum.
Dalam kesempatan itu, Nur Hidayat menjelaskan bahwa keterlibatan UPGRIS dalam program Sea Teacher telah berlangsung cukup lama dan menjadi salah satu bentuk nyata internasionalisasi kampus. Menurut dia, hingga saat ini hampir 100 mahasiswa UPGRIS telah diberangkatkan untuk mengikuti program tersebut di berbagai negara Asia Tenggara.
“Selama ini sudah hampir 100 mahasiswa UPGRIS yang kami kirim melalui program Sea Teacher. Kali ini satu mahasiswa akan mengikuti program tersebut selama kurang lebih satu bulan,” ujar Nur Hidayat.
Ia menambahkan, konsistensi UPGRIS dalam menjalankan berbagai program internasional mulai memberikan dampak yang signifikan terhadap pengakuan kampus di tingkat global. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya minat mahasiswa asing untuk melanjutkan studi di UPGRIS.
“Efek dari berbagai kegiatan internasional yang dilakukan UPGRIS adalah mulai adanya mahasiswa asing yang mendaftar untuk kuliah di UPGRIS. Saat ini prosesnya masih berada pada tahap administrasi melalui KBRI,” katanya.
Sementara itu, Rektor UPGRIS Sapto Budoyo menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang bersedia menjadi duta kampus melalui program internasional tersebut. Ia menilai Sea Teacher bukan hanya memberikan pengalaman akademik dan profesional bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan kualitas pendidikan UPGRIS kepada masyarakat internasional.
“Program ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun kampus karena memberikan kontribusi yang besar bagi universitas,” ujar Sapto.
Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program dapat dibagikan kepada masyarakat luas, termasuk melalui media sosial. Menurut dia, publik perlu mengetahui bahwa mahasiswa UPGRIS memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus praktik mengajar di luar negeri.
“Saya berharap pengalaman ini bisa dibagikan melalui media sosial, sehingga masyarakat mengetahui bahwa mahasiswa UPGRIS memiliki peluang praktik mengajar di luar negeri. Yang tidak kalah penting adalah menjaga nama baik kampus selama berada di luar negeri,” katanya.
Elok dijadwalkan berada di Filipina mulai 22 Juni hingga 17 Juli 2026. Selama program berlangsung, ia akan menjalani praktik pembelajaran dan berbagai kegiatan akademik di Don Mariano Marcos Memorial State University (DMMMSU), Filipina.
Melalui program Sea Teacher, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengajar dalam lingkungan multikultural, tetapi juga memperluas wawasan global, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta memperkuat jejaring akademik di kawasan Asia Tenggara. Bagi UPGRIS, partisipasi berkelanjutan dalam program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat reputasi sebagai kampus yang aktif membangun kolaborasi internasional.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakil Rektor 1, Dr. Muniroh Munawar, S.Pi., M.Pd., Dekan FIP, Dr. Arri Handayani, S.Psi., M.Psi., Wakil Rektor II, Prof. Dr. Endah Rita SD, S.Si., M.Si., Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Nur Khoiri, S.Pd., M.T., M.Pd., Kaprodi PGSD Ervina Eka Subekti, S.Si., M.Pd., serta Kabag Kerja Sama Luar Negeri, Mega Novita, Ph.D.(*)
