pada Selasa, 9 September 2025, suasana Posyandu di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, tampak lebih ramai dari biasanya. Kehadiran sekelompok mahasiswa dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 22 membawa angin segar dan semangat baru. Mereka datang bukan sebagai tamu, melainkan sebagai bagian dari pengabdian nyata melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Posyandu, yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di desa, menjadi tujuan utama mereka. Di sini, para mahasiswa bersinergi dengan tim Posyandu dan Bidan Desa, bahu-membahu melayani warga, mulai dari ibu hamil, balita, hingga lansia. Sejak pagi, mereka terlihat antusias menyambut warga yang datang, mengarahkan mereka untuk pendaftaran, dan memastikan alur pelayanan berjalan tertib.
Para mahasiswa tidak hanya sekadar membantu, tetapi benar-benar berbaur di setiap lini. Beberapa di antara mereka sibuk mencatat data di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di meja pendaftaran, sementara yang lain sigap membantu kader menimbang balita, mengukur tinggi badan, dan mengecek tekanan darah para lansia. Senyum dan sapa hangat dari para mahasiswa membuat suasana menjadi lebih akrab dan penuh semangat, terutama bagi para orang tua yang membawa anak-anak mereka.
Angellin, koordinator kegiatan ini, menjelaskan esensi dari kehadiran mereka. “Tugas kami adalah mendukung dan belajar dari sistem yang sudah berjalan baik di masyarakat,” ujarnya. “Kami datang untuk membantu meringankan tugas para kader yang luar biasa ini, bukan untuk memulai sesuatu dari nol. Inilah esensi dari pengabdian yang sesungguhnya.”
Di sela-sela kegiatan, tim KKN juga membawa kejutan manis. Mereka membagikan susu UHT Ultra Milk gratis khusus untuk anak-anak yang datang. Momen ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu. Anak-anak terlihat gembira saat menerima susu, sementara orang tua tak henti-hentinya menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian tulus dari para mahasiswa.
Kehadiran mahasiswa juga sangat dirasakan manfaatnya oleh para kader. Ibu Nur Afifah, salah seorang kader Posyandu, mengaku sangat terbantu. “Pelayanan jadi lebih cepat dan kami bisa lebih fokus pada pemeriksaan,” ungkapnya. “Anak-anak juga jadi lebih semangat datang.”
Selain membantu secara langsung, para mahasiswa juga memanfaatkan kesempatan ini untuk berdiskusi dengan para kader mengenai tantangan yang dihadapi Posyandu, seperti keterbatasan fasilitas dan pentingnya konsistensi kehadiran warga. Diskusi ini membuka wawasan baru bagi para mahasiswa, memberikan pelajaran berharga yang tidak bisa mereka dapatkan di bangku kuliah.
Pendampingan Posyandu ini bukan sekadar program kerja rutin, melainkan bukti nyata komitmen tim KKN UPGRIS untuk menjalankan pengabdian yang membumi. Kolaborasi ini menjadi ruang belajar bersama, tempat di mana mahasiswa dapat mengasah kepedulian sosial dan memperkuat peran nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Lebih dari itu, mereka meninggalkan jejak kepedulian dan senyum di wajah warga Desa Branjang.
