SEMARANG, [8/2/2026] – Dalam upaya konkret meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat terhadap potensi bencana alam, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 27 melakukan aksi nyata di Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Langkah strategis yang diambil adalah dengan merancang, memetakan, dan membuat peta mitigasi bencana yang komprehensif, edukatif, dan mudah dipahami bagi warga setempat.
Program kerja unggulan ini dilatarbelakangi oleh analisis situasi geografis dan historis beberapa titik di wilayah Kelurahan Gemah yang memiliki kerentanan terhadap bencana tertentu. Berdasarkan data dan pengamatan lapangan, wilayah ini kerap menghadapi risiko banjir saat intensitas hujan tinggi mengguyur Kota Semarang. Kondisi ini menuntut adanya sistem peringatan dini dan panduan evakuasi yang jelas agar warga tidak panik dan tahu arah menyelamatkan diri saat situasi darurat terjadi.
Koordinator tim mitigasi bencana kelompok 27, David Eka, menjelaskan bahwa peta mitigasi yang mereka buat bukan hanya sekadar hiasan dinding di kantor kelurahan, melainkan dirancang sebagai alat bantu praktis yang fungsional bagi seluruh warga.
“Peta ini memuat informasi krusial dan mendetail, seperti pemetaan titik rawan bencana, arah jalur evakuasi yang paling aman dan tercepat, hingga lokasi titik kumpul aman yang telah disepakati bersama tokoh masyarakat. Kami sangat berharap peta ini dapat menjadi panduan fisik yang meminimalisir risiko dampak bencana bagi warga, baik dampak material maupun non-material,” ujar David Eka saat menyerahkan peta secara simbolis kepada pihak kelurahan, [8/2/2026].
Proses pembuatan peta ini tidak dilakukan secara instan. Tim mahasiswa melakukan serangkaian prosedur akademis dan partisipatif, dimulai dari survei lapangan secara menyeluruh untuk memetakan kontur dan titik-titik rawan. Selanjutnya, dilakukan diskusi mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) bersama tokoh masyarakat, RT/RW, serta perangkat kelurahan setempat untuk memastikan akurasi data jalur evakuasi dan validasi lokasi titik kumpul aman. Kolaborasi ini memastikan bahwa peta yang dihasilkan benar-benar berbasis pada kebutuhan dan karakteristik geografis wilayah Gemah.
Pihak Kelurahan Gemah menyambut sangat positif inisiatif dan kontribusi nyata dari mahasiswa KKN UPGRIS ini. Peta mitigasi bencana tersebut rencananya akan dipasang di beberapa titik strategis kelurahan, seperti di balai kelurahan, papan informasi RW, dan area publik lainnya agar mudah diakses, dilihat, dan dipahami oleh seluruh warga dari berbagai kalangan usia.
Lurah Gemah menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat terbantu dengan adanya peta mitigasi ini. Ini adalah langkah preventif yang sangat penting. Dengan adanya visualisasi yang jelas, warga jadi lebih paham langkah apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, sehingga potensi korban jiwa dapat dihindari.”
Dengan adanya peta ini, diharapkan kesadaran masyarakat Kelurahan Gemah akan pentingnya mitigasi bencana semakin meningkat. Langkah preventif ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan responsif terhadap perubahan cuaca ekstrem di masa depan, sejalan dengan visi Kota Semarang menuju kota yang tangguh bencana.
