Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 Rebranding Produk UMKM Peyek dan Bolen di Kelurahan Gemah Kota Semarang

SEMARANG, 11 Februari 2026 – Dalam upaya meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pasar produk lokal, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 27 melakukan aksi nyata melalui program rebranding pada UMKM produk peyek dan bolen di Kelurahan Gemah, Kecamatan Pedurungan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan di lokasi KKN.

Program ini menyasar salah satu pelaku UMKM setempat yang memiliki potensi produk unggulan, namun masih terkendala dalam desain kemasan dan pemasaran digital. Mahasiswa KKN UPGRIS menilai bahwa produk peyek dan bolen tersebut memiliki cita rasa yang khas dan autentik. Sayangnya, potensi tersebut belum dimaksimalkan karena produk belum dikemas secara modern, sehingga kurang menarik perhatian konsumen milenial dan cakupan pasarnya masih terbatas di lingkungan sekitar saja.

Sentuhan Modern pada Kemasan Tradisional

Ketua Kelompok 27 KKN UPGRIS, Tessa Adrian, menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memperbarui logo, label, dan jenis kemasan yang digunakan agar lebih fungsional sekaligus estetik.

“Kami melihat potensi besar pada peyek dan bolen di sini. Rasanya sudah enak dan renyah, tapi kemasannya masih plastik bening biasa tanpa label yang informatif. Hal ini membuat produk sulit dikenali dan dihargai lebih tinggi. Kami membantu mendesain logo yang lebih catchy, mencantumkan informasi produk secara lengkap, dan mengganti kemasan menjadi lebih aman serta estetik,” ujar Tessa Adrian saat diwawancarai, Rabu (11/2/2026).

Proses rebranding ini meliputi beberapa tahapan komprehensif:

Pembuatan Logo Baru: Mendesain logo yang lebih ikonik, modern, dan mudah diingat oleh konsumen.

Perbaikan Kemasan: Mengganti plastik biasa dengan kemasan standing pouch yang lebih premium. Kemasan baru ini tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kedap udara agar produk lebih tahan lama dan kerenyahannya terjaga.

Labeling Informatif: Menambahkan label yang memuat informasi komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan kontak pemesanan untuk membangun kepercayaan konsumen.

Peningkatan Kualitas Tampilan Produk dan Dampak Ekonomi

Pemilik UMKM Peyek dan Bolen, Ibu Sum, menyambut baik inisiatif mahasiswa ini. Ia mengaku kewalahan dan kurang memiliki keahlian jika harus mengurus desain kemasan sendirian di tengah kesibukan memproduksi pesanan setiap harinya.

“Terima kasih banyak adik-adik mahasiswa KKN UPGRIS. Sekarang produk saya terlihat jauh lebih mewah dan siap bersaing di toko oleh-oleh maupun swalayan. Semoga dengan kemasan baru ini, pelanggan lebih tertarik dan penjualan bisa meningkat pesat,” tutur Ibu Sum dengan antusias.

Selain rebranding fisik, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 27 juga memberikan edukasi mengenai pentingnya pemasaran online dan manajemen usaha sederhana. Dengan adanya program kerja ini, diharapkan produk UMKM di Kelurahan Gemah dapat “naik kelas” dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi melalui tampilan fisik yang lebih profesional. Upaya ini merupakan wujud kontribusi nyata mahasiswa UPGRIS dalam mendukung keberlanjutan UMKM di Kota Semarang.

More From Author

Mahasiswa KKN UPGRIS Gelar Kelas Kreatif Daur Ulang Sampah Plastik di SDN Blaru 02

Inovatif! KKN UPGRIS Kelompok 27 Buat Peta Mitigasi Bencana di Kelurahan Gemah Kota Semarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *