Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menginisiasi Program Kerja SAJADAH (Sadar dan Jaga Tempat Ibadah) sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan sarana ibadah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026, di sejumlah masjid dan musala yang berada di Perumnas Leyangan Damai RW 08, 09, 10, dan 11, Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Program SAJADAH dilaksanakan dalam bentuk kerja bakti bersama masyarakat dan jamaah setempat. Aksi bersih-bersih dilakukan secara menyeluruh, mulai dari menyapu dan mengepel lantai, membersihkan serta menjemur karpet, menata ulang perlengkapan ibadah, membersihkan jendela dan ventilasi, hingga membersihkan area tempat wudu dan kamar mandi. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kebersihan fisik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga tempat ibadah merupakan tanggung jawab bersama.
Menjelang Ramadhan, intensitas kegiatan ibadah masyarakat biasanya meningkat, seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Oleh karena itu, kebersihan dan kerapian tempat ibadah menjadi aspek penting untuk menunjang kekhusyukan jamaah. Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS bersama warga berupaya menciptakan suasana ibadah yang lebih nyaman, sehat, dan layak digunakan.
Koordinator kegiatan SAJADAH, Rizka Sada Ulina, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat. “Program kerja ini kami gagas sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan, khususnya tempat ibadah. Menjelang Ramadhan, kami ingin mengajak warga agar semakin sadar pentingnya menjaga kebersihan dan bersama-sama merawat fasilitas ibadah. Selain kerja bakti, kami juga menyerahkan beberapa peralatan kebersihan sebagai bentuk dukungan agar kegiatan menjaga kebersihan dapat terus dilakukan secara mandiri oleh jamaah,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari partisipasi aktif warga yang turut membantu proses pembersihan. Ketua RW 11, Sigit Parmanto, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan. “Kegiatan ini sangat baik karena tempat ibadah menjadi lebih bersih dan lingkungannya juga semakin rapi. Kami merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga berharap nilai kepedulian yang ditanamkan melalui kegiatan ini tidak berhenti saat masa KKN berakhir. “Saya berharap mahasiswa tidak hanya melaksanakan kegiatan ini selama KKN, tetapi juga menerapkannya di musala atau masjid di lingkungan rumah masing-masing. Selain itu, mahasiswa juga dapat mempelajari teknik pembersihan tertentu, seperti cara merawat karpet atau membersihkan kerak pada keramik, agar hasilnya lebih maksimal,” tambahnya.
Melalui Program SAJADAH, mahasiswa KKN UPGRIS tidak hanya menghadirkan kegiatan sosial, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat Desa Leyangan. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa dan warga dapat menciptakan perubahan positif, sekecil apa pun bentuknya.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan tempat ibadah. Kesadaran untuk merawat fasilitas umum, khususnya sarana ibadah, merupakan bagian dari implementasi nilai religius dan tanggung jawab sosial.
Dengan lingkungan ibadah yang bersih, tertata, dan nyaman, suasana Ramadhan di Desa Leyangan diharapkan semakin khusyuk dan penuh keberkahan. Semangat SAJADAH menjadi pengingat bahwa kepedulian dan gotong royong adalah kunci dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis dan berkarakter.(*)
