Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 34 melaksanakan kegiatan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana gempa bumi bagi siswa kelas V MI Infarul Ghoy 2 pada Sabtu, 7 Februari 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MI Infarul Ghoy 2 sebagai bagian dari program kerja KKN bidang Mitigasi Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan siswa terhadap potensi bencana gempa bumi sejak dini.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas V MI Infarul Ghoy 2 dengan penuh antusias. Sosialisasi dan simulasi mitigasi gempa bumi dipilih sebagai tema kegiatan karena gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa dapat diprediksi secara pasti. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko besar, khususnya bagi anak-anak yang belum memiliki pemahaman dan keterampilan dasar mengenai langkah-langkah penyelamatan diri saat bencana terjadi.
Siti Dzakiyatus, selaku narasumber dari penyelenggara kegiatan sekaligus anggota Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa mengenai bencana gempa bumi. “Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar siswa memahami apa itu gempa bumi serta mengetahui langkah-langkah mitigasi yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah gempa terjadi. Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan mampu bertindak secara tepat dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat,” ujar Siti Dzakiyatus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi berupa penjelasan singkat mengenai gambaran umum bencana gempa bumi. Materi tersebut disampaikan oleh Sabila Sabatini selaku pemateri utama. Dalam pemaparannya, Sabila menjelaskan pengertian gempa bumi, penyebab terjadinya gempa, serta dampak yang dapat ditimbulkan, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan manusia.
Setelah penyampaian materi dasar, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai mitigasi bencana gempa bumi. Materi mitigasi disampaikan secara runtut, dimulai dari upaya yang perlu dilakukan sebelum gempa, saat gempa, hingga setelah gempa. Pada tahap sebelum gempa, siswa diperkenalkan pada pentingnya mengenali jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga bencana, serta menjaga lingkungan sekitar agar terbebas dari benda-benda yang berpotensi membahayakan.
Pada saat gempa, siswa diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penyelamatan diri yang benar, seperti menghindari kaca, menjauhi lemari atau benda berat yang mudah roboh, berlindung di bawah meja atau furnitur yang kuat, serta melindungi kepala. Selain itu, pemateri juga menjelaskan tindakan yang harus dilakukan apabila gempa terjadi di luar ruangan, yaitu menjauh dari bangunan, tiang listrik, dan pohon besar. Setelah gempa, siswa diarahkan untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan dari guru atau pihak berwenang.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif. Melalui kuis ini, siswa diajak mengingat kembali materi yang telah disampaikan dengan metode yang menyenangkan dan edukatif. Siswa tampak aktif dan bersemangat dalam menjawab pertanyaan, yang menunjukkan tingginya minat dan perhatian terhadap materi mitigasi bencana.
Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan simulasi mitigasi gempa bumi. Dalam simulasi ini, siswa mempraktikkan secara langsung langkah-langkah penyelamatan diri saat gempa terjadi di dalam ruangan. Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 membimbing siswa untuk berlindung di bawah meja, melindungi kepala, serta mengikuti prosedur evakuasi sederhana secara tertib. Simulasi ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah mitigasi gempa bumi dalam kehidupan sehari-hari.
Sabila Sabatini selaku pemateri kegiatan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa. “Melalui sosialisasi dan simulasi ini, kami berharap siswa kelas V MI Infarul Ghoy 2 dapat memahami konsep dasar gempa bumi, mengidentifikasi upaya mitigasi sebelum, saat, dan setelah gempa, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sabila Sabatini.
Pihak MI Infarul Ghoy 2 menyambut baik pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan simulasi mitigasi gempa bumi ini. Kegiatan tersebut dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan diri sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 berharap dapat berkontribusi dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan sekolah dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi siswa MI Infarul Ghoy 2.
