Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 34 bekerja sama dengan Mercy Corps Indonesia yang didukung oleh OLES DBS Foundation melaksanakan kegiatan bertema Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs. Kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari, yakni pada Jumat, 6 Februari 2026 dan Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Balai Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Program ini ditujukan kepada warga Kelurahan Plamongansari dari RT 1 hingga RT 13, khususnya perempuan dan anak muda yang berperan sebagai pemilik maupun pengelola usaha mikro dan kecil. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 dengan Mercy Corps Indonesia dalam rangka mendukung peningkatan literasi keuangan dan literasi digital bagi pelaku usaha di tingkat kelurahan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Lurah Plamongansari, Weni Sulistyorini Wijaya, S.Sos., M.Pd., serta Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Plamongansari, Christiani, S.M.
Kehadiran unsur pemerintah kelurahan menunjukkan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi perempuan pelaku usaha mikro dan kecil. Latar belakang dilaksanakannya kegiatan ini adalah masih terbatasnya pemahaman sebagian pelaku UMKM, terutama perempuan, mengenai literasi keuangan dan literasi digital. Padahal, kedua aspek tersebut memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan serta kesehatan keuangan usaha, terlebih di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Oleh karena itu, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 bersama Mercy Corps Indonesia berinisiatif menghadirkan Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs sebagai upaya konkret dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai konsep financial inclusion atau inklusi keuangan. Materi tersebut disampaikan oleh Prasetya Budi, S.IP., selaku perwakilan dan pemateri dari Mercy Corps Indonesia. Dalam penyampaiannya, Prasetya Budi menjelaskan pentingnya akses terhadap layanan keuangan formal, pemanfaatan produk dan layanan keuangan yang aman, serta pengelolaan keuangan usaha yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Materi disampaikan dengan pendekatan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.
Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan literasi digital yang meliputi proses onboarding dan e-learning literasi digital. Pada sesi ini, peserta didampingi oleh Syifa Nofiti Prastiwi, A.Md.Kep., dan Ibu Lyna Windiarti sebagai pemateri. Peserta dibimbing untuk membuat akun MMI sebagai sarana pembelajaran digital, serta melakukan registrasi melalui aplikasi CommCare bagi peserta yang belum terdaftar. Setelah proses pendaftaran selesai, peserta diminta mengisi pre-test sebagai langkah awal untuk mengukur tingkat pemahaman sebelum menerima materi inti.
Setelah seluruh proses administrasi dan pre-test selesai, materi literasi digital kembali disampaikan oleh Prasetya Budi, S.IP. Materi tersebut mencakup pemanfaatan teknologi digital untuk pengembangan usaha, pengenalan pemasaran digital, serta pengelolaan keuangan berbasis digital. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video literasi digital yang menampilkan contoh penerapan teknologi digital dalam pengelolaan dan pemasaran usaha mikro dan kecil.
Deva Destianto selaku Koordinator Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Plamongansari. “Melalui Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs ini, kami berharap para perempuan pemilik dan pengelola UMKM dapat meningkatkan pemahaman mengenai literasi keuangan dan literasi digital sehingga mampu mengelola usaha secara lebih efektif dan berdaya saing,” ujar Deva Destianto.
Sementara itu, Lurah Plamongansari, Weni Sulistyorini Wijaya, S.Sos., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha di Kelurahan Plamongansari. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Lurah Plamongansari.
Prasetya Budi, S.IP., selaku perwakilan Mercy Corps Indonesia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk meningkatkan ketahanan dan kesehatan keuangan perempuan pelaku UMKM. “Fokus utama program ini adalah literasi digital, literasi keuangan, pemahaman produk dan layanan keuangan, manajemen keuangan, serta pemasaran digital. Kami berharap peserta dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan,” ujar Prasetya Budi, S.IP.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti setiap sesi, baik saat penyampaian materi maupun praktik penggunaan platform digital. Kehadiran Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 turut membantu kelancaran kegiatan, terutama dalam mendampingi peserta yang masih awam terhadap teknologi digital.
Dengan terselenggaranya Program Financial Inclusion for Women Entrepreneurs ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 34 bersama Mercy Corps Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM di Kelurahan Plamongansari. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem usaha yang lebih inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berkelanjutan.
