Kelompok KKN 19 Kelurahan Langensari turut mengikuti kegiatan Expo KKN UPGRIS 2026 yang digelar di Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa Universitas PGRI Semarang untuk mempresentasikan hasil pengabdian kepada Masyarakat selama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui expo tersebut, mahasiswa memperkenalkan bebagai program kerja dan produk unggulan yang otelah dilaksanakan selama masa pengabdian di Kelurahan Langensari.
Kegiaran ini diikuti oleh bebagai kelompok KKN dari sejumlah Kelurahan di Kecamatan Ungaran Barat. Setiap kelompok membuka stan untuk menampilkan produk unggulan mereka, memaparkan proses pelaksanaan program, serta menjelaskan manfaatnya di Masyarakat. Antusias pengunjung terlihat sejak pagi hingga kegiatan berakhir, ditandai dengan ramainya pengunjung yang mendatangi setiap stan
Kelompok KKN 19 Kelurahan Langensari menampilkan sejumlah inovasi yang berpotensi.
Produk yang dipamerkan meliputi Eco Craft, Citrus Aurora, Teh Celup Telang, Puding Kelor, Cendol Telang. Seluruh inovasi tersebut adalah hasil pendampingan dan kerja sama mahasiswa dengan Masyarakat. Selain olahan yang menghasilkan makanan tak lupa karya batik yang di buat oleh Masyarakat yaitu Batik Srikandi dan Batik Purwanti juga di pamerkan di expo KKN UPGRIS 2026.
Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung ialah Cendol Telang. Minuman tersebut memanfaatkan bunga telang sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna biru khas yang cantik. Selain mimiliki tampilan yang menarik, minuman ini juga diperkenalkan sebagai alternatif minuman herbal. Puding kelor turut menjadi daya Tarik karena memanfaatkan daun kelor yang di kenal memiliki kandungan gizi yang baik.
Sementara itu, Eco Craft menampilkan kerajinan berbahan daur ulang sebagai upaya meningkatkan kesadaran Masyarakat terhadap pengelolahan sampah bernilai ekonomi.
Sekertaris Kelurahan Langensari yang hadir ibu Susanti Mahayani Rahayu, S.Sos., M.A.. dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Kelompok 19 Kelurahan Langensari atas terlaksananya seluruh program kerja yang telah direncanakan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras adik-adik mahasiswa. Karena program yang direncanakan sejak awal benar-benar dilaksanakan dan terasa manfaatnya bagi Masyarakat. Mulai dari pendampingan produk sampai akhirnya bisa ditampilkan di Expo KKN 2026,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran mahasiswa memberikan semangat baru bagi Masyarakat, khususnya dalam pengembangan produk olahan berbasis potensi lokal. Menurutnya, Langkah tersebut dapat menjadi awal tumbuhnya usaha mandiri di lingkungan kelurahan.
“Kami berharap inovasi yang sudah dibuat bersama ini bisa terus dilanjutkan oleh masyarakat. Semoga ke depannya produk-produk ini tidak hanya berhenti di expo saja, tetapi bisa menjadi usaha yang berjalan secara mandiri,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung stan, Sofiyana Rochmah, mengaku tertarik untuk mencoba produk yang dipamerkan. Ia menyampaikan kesannya setelah mencicipi cendol telang. “Awalnya saya penasaran karna warnanya cantik, ternyata warna biru itu warna alami bunga telang. Setalah saya coba, ternyata rasanya enak. Tidak terlalu manis jadi pas dilidah. Menurutsaya ini unik ya dari rasanya juga enak ,” ungkap sofiyana.
Ia juga menyampaikan harapannya agar produk tersebut dapat terus dikembangkan dan dipasarkan lebih luas.“Semoga ke depannya produk seperti ini bisa dijual secara umum, tidak hanya saat ada kegiatan expo saja,” ujarnya. Kegiatan Expo KKN UPGRIS 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan komunikasi, kewirausahaan, seta kerja sama tim.
Selain itu, expo menjadi wadah promosi produk lokal agar lebih dikenal Masyarakat luas.
Ketua Kelompok KKN 19 Kelurahan Langensari Febrian Haryadi Wibowo turut menyampaikan kesannya selama mengikuti kegiatan Expo KKN UPGRIS 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam memperkenalkan hasil program kerja kepada masyarakat secara langsung.
“Melalui expo ini, kami bisa belajar bagaimana menyampaikan program yang sudah kami jalankan selama KKN kepada pengunjung. Kami juga bisa mengenalkan produk hasil kerja sama dengan masyarakat, seperti Cendol Telang dan Puding Kelor,” jelasnya. Ia berharap produk yang telah dibuat bersama masyarakat dapat terus diproduksi meskipun masa KKN telah berakhir.
Dengan partisipasi dalam expo tersebut, Kelompok KKN 19 Kelurahan Langensari berharap produk-produk yang telah diperkenalkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak ekonomi bagi Masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga diharapkan tidak berhenti setelah masa KKN selesai, melainkan menjadi Langkah awal pengembangan potensi lokal yang berkelanjutan di Kelurahan Langensari.
