Pembelajaran coding mulai dikenalkan kepada siswa SDN 01 Candirejo melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Kegiatan edukatif ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi digital di sekolah dasar sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung inovasi pembelajaran.
Program coding tersebut dilaksanakan di ruang kelas dengan suasana interaktif dan menyenangkan. Mahasiswa KKN UPGRIS berkolaborasi dengan guru kelas untuk memberikan pengenalan dasar pemrograman menggunakan aplikasi visual berbasis blok. Metode ini dipilih agar materi mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Kepala SDN 01 Candirejo, Rina Ardani, S.Pd, menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN UPGRIS yang menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi di sekolahnya.
“Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan di era digital. Anak-anak mendapatkan pengalaman belajar baru yang tidak hanya menarik, tetapi juga melatih cara berpikir logis dan kreatif,” ujar Rina saat ditemui di sekolah, Jumat (20/2).
Menurut Rina, kehadiran mahasiswa KKN memberikan warna baru dalam proses pembelajaran. Selain memperkenalkan coding, mahasiswa juga membantu siswa beradaptasi dengan penggunaan teknologi secara positif dan produktif.
“Mahasiswa KKN UPGRIS mampu menghadirkan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Pembelajaran terasa lebih hidup, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep dasar coding,” tambahnya.
Sementara itu, Ari Imanda, S.Pd, guru kelas 6 SDN 01 Candirejo, menjelaskan bahwa kegiatan coding difokuskan pada pengembangan pola pikir komputasional. Siswa diajak memahami konsep urutan perintah, logika sebab-akibat, perulangan, dan kondisi melalui aktivitas praktik langsung.
“Mahasiswa menggunakan platform visual berbasis blok. Anak-anak cukup menyusun perintah seperti puzzle. Cara ini efektif untuk mengenalkan logika pemrograman tanpa harus menulis kode yang rumit,” jelas Ari.
Ia menambahkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak siswa aktif bertanya dan mencoba berbagai kombinasi perintah untuk membuat animasi sederhana.
“Beberapa siswa berhasil membuat karakter bergerak, menambahkan suara, hingga membuat permainan mini. Mereka terlihat bangga ketika hasil programnya berjalan sesuai harapan,” ungkapnya.
Kegiatan pembelajaran coding ini dilaksanakan secara bertahap selama masa KKN. Mahasiswa tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendampingi siswa dalam praktik serta memberikan motivasi agar berani bereksplorasi.
Selain aspek teknis, mahasiswa KKN UPGRIS juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti kerja sama, ketekunan, dan tanggung jawab. Siswa diajak bekerja dalam kelompok kecil untuk menyusun proyek coding sederhana.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa. Mereka belajar berdiskusi, berbagi ide, dan memecahkan masalah bersama. Kepala sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut meskipun program KKN telah selesai. Ia menilai pembelajaran coding memiliki dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berpikir siswa.
“Kami berharap inovasi seperti ini dapat berkesinambungan. Coding bukan sekadar keterampilan teknologi, tetapi juga sarana melatih kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah,” tutur Rina.
Program coding oleh mahasiswa KKN UPGRIS di SDN 01 Candirejo menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung transformasi pendidikan. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dikenalkan pada teknologi, tetapi juga dibekali fondasi keterampilan yang relevan dengan tantangan masa depan.
