Sebanyak 17 mahasiswa terpilih bersiap mengemban amanah baru sebagai anggota Komisi Pemilu Raya Mahasiswa (KPRM) 2025. Dengan penuh kebanggaan, mereka dilantik langsung oleh Wakil Rektor III UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, S.H., M.H..
Pelantikan dan Pembekalan Tiga Perangkat Pemilu Raya Mahasiswa, yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPGRIS di Gedung Pusat Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS), digelar pada Kamis, 13 November 2025.
Dalam sambutannya, Dr. Sapto Budoyo menekankan bahwa kampus bukan hanya ruang untuk menimba ilmu, melainkan juga tempat belajar kehidupan sosial dan kepemimpinan. Ia mengajak mahasiswa untuk menjadikan organisasi sebagai wadah berlatih mengelola ide, mengasah kemampuan komunikasi, dan membangun tanggung jawab sosial.
“Percayalah bahwa berorganisasi akan memberikan dampak di masa depan. Ajang ini menjadi tempat bagi saudara untuk mengimplementasikan apa yang didapatkan di ruang kuliah,” ujarnya di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, Warek III menyampaikan bahwa pengalaman berorganisasi dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa saat terjun ke dunia profesional. Menurutnya, keberanian untuk berpartisipasi dalam kegiatan kampus merupakan langkah awal menuju karakter unggul dan kepemimpinan yang matang.
Sementara itu, Ketua Panitia, Mayhendra Kusuma, menjelaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga bentuk nyata penerapan nilai-nilai demokrasi di lingkungan kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memahami pentingnya proses pemilihan yang jujur, adil, transparan, dan bertanggung jawab.
“Harapannya, kegiatan ini mampu mendorong regenerasi kepemimpinan di organisasi mahasiswa agar roda organisasi tetap berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” tutur Mayhendra.
Semangat demokrasi juga ditekankan oleh Presiden BEM UPGRIS 2025, M. Sauki Taufiqurrohman. Ia menegaskan pentingnya membangun kesadaran dan partisipasi mahasiswa dalam pesta demokrasi kampus. Menurutnya, keberhasilan Pemilu Raya Mahasiswa tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan, tetapi juga dari tingkat keterlibatan mahasiswa sebagai pemilih.
“Pada kesempatan kali ini ada 17 mahasiswa yang akan menunaikan tugas pemilu mahasiswa. Target kami adalah 70 persen suara mahasiswa dapat terserap dalam Pemilu Raya Mahasiswa,” ungkap Sauki dengan optimis.
Para anggota KPRM yang baru dilantik ini akan bertugas mengawal seluruh proses Pemilu Raya Mahasiswa UPGRIS 2025, mulai dari tahap pendaftaran calon, kampanye, hingga pemungutan dan penghitungan suara. Mereka diharapkan mampu menjaga integritas serta menjadi panutan dalam pelaksanaan demokrasi di lingkungan kampus.
Acara pelantikan ditutup dengan sesi pembekalan yang dipimpin oleh perwakilan BEM dan panitia penyelenggara. Dalam sesi ini, para anggota KPRM mendapatkan arahan mengenai etika penyelenggaraan pemilu, sistem kerja, dan koordinasi antarperangkat pemilu.
Melalui pelantikan ini, UPGRIS kembali menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan budaya demokrasi yang sehat di kalangan mahasiswa. Semangat regenerasi, transparansi, dan partisipasi aktif diharapkan menjadi tonggak utama dalam mencetak calon-calon pemimpin masa depan yang berintegritas.
